You are currently browsing the daily archive for July 25th, 2008.
Sudah hampir dua bulan terakhir ini saya sering bolak-balik ke sardjito untuk membantu Uwa berobat. Beliau menderita kanker payudara, stadium akhir. Sebagai dokter, ini benar-benar pukulan berat buat saya, bagaimana mungkin, kami yang hidup didunia kesehatan, di kampung selalu memberikan pengobatan untuk orang lain, tetapi tidak bisa mendeteksi saudara sendiri kena kanker payudara. Uwa sangat khawatir penyakitnya itu akan merepotkan orang lain.
Maka ketika kami tahu kalau Uwa kena kanker payudara dan sudah stadium akhir, kami cuma bisa menangis. There’s nothing we can do. Apalagi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan penyebaran ke tulang dan mulai ke paru. Lemas sudah. Apalah artinya aku sekolah lama-lama, bahkan sampai keluar negeri, kalau mengobati saudara sendiri saja tidak bisa. Bibi dan Om yang serumah dengan uwa lebih terpukul lagi, mereka yang sehari-harinya mengajar kesehatan, mengobati pasien, tetapi tidak sadar kalau anggota keluarganya sakit. Kesibukan kadang membuat kita lupa bahwa ada yang harus lebih diperhatikan.
Saya sendiri bertemu Uwa baru setahun yang lalu, ketika melepas keberangkatanku di cengkareng, saat itu Uwa nampak sehat-sehat saja. Padahal gejalanya sudah dirasakan sejak 6 tahun yang lalu, tapi ya itu dibiarkan saja. Sampai akhirnya kankernya pecah dan menimbulkan bau busuk karena jaringan yang mati.
Kanker payudara sangat mungkin diobati sampai sembuh! Asalkan belum menyebar. Teknologi pengobatan saat ini sangat maju, obat-obatan pun sudah bervariasi. Jadi membiarkan kanker payudara sampai parah, itu benar-benar keputusan bodoh.
Buat teman-teman wanitaku, atau yang masih punya ibu, sudah beristri, punya kakak perempuan yang usianya sudah >35 tahun tolong dong… mereka diingatkan untuk perhatian akan dirinya sendiri, lakukan SADARI (periksa payudara sendiri), kalau ada cukup uang dan waktu lakukan mammografi tiap 3-5 tahun. Pepatah yang selalu bermanfaat: lebih baik mencegah daripada mengobati. Tidak ada gunanya untuk malu memeriksakan payudara. Sesal kemudian tak ada arti. Jika khawatir biaya, percayalah, banyak jalan menuju sehat, insyaAllah…….
Siang ini denger lagu “i believe in you”-nya Celine Dion dan Il Divo, duh… enak bener di kuping…. kuputer 2 kali berusaha meresapi maknanya. Begini liriknya:
Lonely, the path you have chosen
A restless road, no turning back
One day you will find your light again
Don’t you know? Don’t let go, be strong.
Follow your heart
Let your love lead through the darkness
Back to a place you once knew
I believe, I believe in you
Follow your dreams
Be yourself an angel of kindness
There’s nothing that you cannot do
I believe, I believe, I believe in you
Mau tidak mau kita pasti akan sering menghadapi rintangan dalam hidup, apakah itu sesuatu yang menyedihkan atau menyenangkan. Kadang suatu “aha” moment pun bisa jadi beban bagi kita, jika kita mau berpikir panjang. Dan disaat-saat begini, seorang teman yang mau mendengarkan cerita dan memberikan saran-saran, menunjukkan sisi positifmu, memberitahu apa yang bisa kamu lakukan, atau bahkan cuma sekedar mendengarkan pun, menjadi sangat-sangat-sangat penting.
we are in a social world
Tetapi ada saatnya ketika tidak ada seorangpun yang kau percaya disampingmu, meskipun teknologi sekarang memaksamu untuk selalu berada disekitar orang lain. Kalaupun ada, kadang kala kau ingin meresapi masalahmu sendiri, melihatnya lebih dekat dan menemukan sisi cerahnya. Nah, disaat-saat begini sebaiknya dengerin lagu-lagu penumbuh semangat seperti lagu Il Divo tadi. Resapi kata-katanya, dan bersyukurlah karena mereka tidak akan bosan menyanyikan senandung penuh semangat untukmu.
Just like me today, I got “aha” moment last night, and can’t stop thinking about it till this noon, but then i heard this song and realized, feels like another “aha” moment, but in a positive way. So, I would sing it this way…there’s nothing that i can not do, i believe..i believe…i believe in me…




Recent Comments