Sudah hampir dua bulan terakhir ini saya sering bolak-balik ke sardjito untuk membantu Uwa berobat. Beliau menderita kanker payudara, stadium akhir. Sebagai dokter, ini benar-benar pukulan berat buat saya, bagaimana mungkin, kami yang hidup didunia kesehatan, di kampung selalu memberikan pengobatan untuk orang lain, tetapi tidak bisa mendeteksi saudara sendiri kena kanker payudara. Uwa sangat khawatir penyakitnya itu akan merepotkan orang lain.

Maka ketika kami tahu kalau Uwa kena kanker payudara dan sudah stadium akhir, kami cuma bisa menangis. There’s nothing we can do. Apalagi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan penyebaran ke tulang dan mulai ke paru. Lemas sudah. Apalah artinya aku sekolah lama-lama, bahkan sampai keluar negeri, kalau mengobati saudara sendiri saja tidak bisa. Bibi dan Om yang serumah dengan uwa lebih terpukul lagi, mereka yang sehari-harinya mengajar kesehatan, mengobati pasien, tetapi tidak sadar kalau anggota keluarganya sakit. Kesibukan kadang membuat kita lupa bahwa ada yang harus lebih diperhatikan.

Saya sendiri bertemu Uwa baru setahun yang lalu, ketika melepas keberangkatanku di cengkareng, saat itu Uwa nampak sehat-sehat saja. Padahal gejalanya sudah dirasakan sejak 6 tahun yang lalu, tapi ya itu dibiarkan saja. Sampai akhirnya kankernya pecah dan menimbulkan bau busuk karena jaringan yang mati.

Kanker payudara sangat mungkin diobati sampai sembuh! Asalkan belum menyebar. Teknologi pengobatan saat ini sangat maju, obat-obatan pun sudah bervariasi. Jadi membiarkan kanker payudara sampai parah, itu benar-benar keputusan bodoh.

Buat teman-teman wanitaku, atau yang masih punya ibu, sudah beristri, punya kakak perempuan yang usianya sudah >35 tahun tolong dong… mereka diingatkan untuk perhatian akan dirinya sendiri, lakukan SADARI (periksa payudara sendiri), kalau ada cukup uang dan waktu lakukan mammografi tiap 3-5 tahun. Pepatah yang selalu bermanfaat: lebih baik mencegah daripada mengobati. Tidak ada gunanya untuk malu memeriksakan payudara. Sesal kemudian tak ada arti. Jika khawatir biaya, percayalah, banyak jalan menuju sehat, insyaAllah…….