Udah nonton kungfu panda?

Hehe, basi banget kali yah… telat hebohnya. Sebenarnya udah lama banget penasaran pengen nonton, tapi karena malas nyempetin diri keluar untuk sekedar nonton dan juga males nonton sendirian. Tapi akhirnya semalam nonton juga, setelah adek nungguin aku ninggalin laptop hehe..

Film ini nggak terlalu lucu (menurutku), yaaahh..lucu sih, cuma agak maksa ketawanya, jauh lebih lucu ice age…. (semoga ada ice age IV, V, VI, dst… ice age III July 2009!!!! ). Tapi kelebihannya banyak  nilai-nilai yang bisa dipelajari.

Aku jadi inget postinganku sebelumnya tentang lagunya Il Divo “I believe in you” ketika nonton film ini. Teringat juga ke paper IV-nya mbak ari…. trustworthiness atau kepercayaan. Dipandang dari sudut lain aku melihat ada nilai percaya diri, keberanian, pantang menyerah, dan hormat pada guru dan orang tua.

Pertama, aku coba merefleksikannya sebagai seorang murid, karena si Panda ini adalah murid dadakan, yang pada awalnya tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri.  Aku percaya kita adalah manusia pembelajar, maksudnya kapanpun, dimanapun dan sampai kapan pun sebenarnya kita tidak akan pernah berhenti belajar, sampai diakhir hayat. Ketika belajar, membaca, menghapal, ada satu hal yang harus diyakini, yaitu.. “aku bisa”. Ketika kita yakin bahwa materi yang kita pelajari ini bisa kita kuasai, maka semuanya akan menjadi lebih mudah. Bukan berarti sombong dan merasa bisa, tetapi lebih ke arah menjadikan materi itu sebagai tantangan yang harus dihadapi dan dikuasai.

Kedua, si Panda juga tidak gampang menyerah, meskipun dia dipandang sebelah mata dan sadar bahwa sebenarnya dia tidak layak untuk menjadi ‘warrior’, tapi dengan ketekunannya dia bisa membuktikan kalau dia bisa. Keberanian disini yang paling penting menurutku bukan keberanian melawan musuh, tetapi keberanian untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Berani untuk memilih apa yang terbaik baginya. Banyak diantara kita memilih jalur hidup yang sudah disiapkan didepannya. Misalnya si Panda ini bapaknya tukang mie… diwarisi gerobak mie… kalau si Panda menerima, ya jadilah dia tukang mie. Banyak juga diantara kita yang memilih jalur aman minim tantangan, daripada jalur emas tetapi penuh resiko, meskipun sebenarnya hati ingin meraih emasnya.

Ketiga, hormat pada orang tua yang juga muncul pada karakter si Panda. Meskipun dia tidak ingin menjadi tukang mie, tetapi dia selalu berusaha menunjukkan pada orang tuanya bahwa dia senang menjadi tukang mie. Kelihatan pula bahwa dia tidak ingin mengecewakan orang tuanya, meskipun pada akhirnya dia terpaksa mengecewakannya.

Keempat, hormat pada guru, ini bukanlah karakter yang ditunjukkan si Panda saja, tetapi juga 4 warrior lainnya. Disini guru menjadi sosok yang benar-benar disegani, dihormati, dipatuhi dan ditiru. Dimunculkan pula karakter murid yang durhaka pada guru sekaligus orang tua angkatnya,  untungnya karakter jahat ini akhirnya kalah.

Kelima, kejujuran seorang guru. Dari film ini saya juga merefleksikan diri sebagai seorang yang senang berbagi ilmu, meskipun bukan guru. Kejujuran dalam film ini dicerminkan ketika si guru didesak untuk menjawab bagaimana dia akan mengajari si Panda, dia menjawab “saya tidak tahu!” Ini merupakan satu hal yang sulit dilakukan oleh kebanyakan guru atau orang-orang yang ditanya masalah-masalah yang terkait dengan keahliannya. Sebisa mungkin dia akan menjawab, meskipun tidak yakin dengan jawabannya, yang pada akhirnya justru menyesatkan. Penurunan citra karena tidak bisa menjawab adalah hal yang sering dikhawatirkan, padahal menurut saya justru dengan mengakui bahwa kita tidak tahu, orang lain justru semakin mengakui kredibilitas dan kejujuran kita, sehingga mereka yakin bahwa yang kita sampaikan adalah yang benar-benar kita ketahui dan kita kuasai.

Keenam, kepercayaan (trustworthiness) guru pada muridnya juga faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan muridnya. Hal ini tidak hanya terjadi pada hubungan guru-murid, tetapi juga pada hubungan keluarga, sahabat, hubungan bos dan bawahannya dan hubungan sosial lainnya. Ketika sang guru menunjukkan kepercayaannya pada muridnya, maka si murid pasti akan menunjukkan bahwa dia pun bisa dipercaya. Lain akibatnya jika si murid selalu dibilang bodoh setiap kali melakukan kesalahan, pada akhirnya dia akan benar-benar berfikir bahwa dia bodoh dan tidak akan sanggup melakukannya. Memberikan kepercayaan pada orang lain berarti mempercayai orang lain itu untuk berkembang.

Ketujuh, jangan pernah menyepelekan orang yang nampak lemah dimatamu, karena mungkin dia justru lebih kuat darimu…

Sementara ini nilai-nilai yang saya gali dari film kungfu panda. Pasti masih banyak nilai-nilai lainnya, karena perbedaan sudut pandang akan menimbulkan persepsi yang berbeda pula. Please feel free to share…

Mudah-mudahan nantinya kalau disiarkan di tivi sudah didubbing ke bahasa indonesia, sehingga anak-anak kecil yang belum lancar berbahasa inggris bisa menontonnya dan belajar memahami nilai-nilai yang ditunjukan. Aminnn…….