You are currently browsing the monthly archive for August 2008.

sekarang ini proyekku dimotori oleh anggota tim yang paling tua usianya. Biasanya aku yang pegang peran field manager, tapi karena waktuku yang terbatas cuma sampai september, maka rasanya kurang etis kalau aku jadi field manager. Selain itu juga masih pegang proyek lainnya.. makin nggak mungkin.

Dalam perjalanannya, karena belum terbiasa menjadi field manager, banyak sekali hal yang kurang tepat penanganannya. Masalah prioritas pekerjaan, kecepatan kerja, pembagian tugas, dan kualitas kerja.

Tapi menurutku itu semua bisa dimaklumi, mengubah pola pikir seseorang pastilah sulit. Jika dibalik posisinya, menempati posisinya mungkin aku juga akan mengalami kesulitan yang sama.

Masalah enak-nggak enak itu yang paling susah… Read the rest of this entry »

Mulai minggu ini aku resmi pindah ke kantor baru, gara-gara kantor lama dan kantor-kantor sekitarnya mau dirubuhkan untuk dibangun Medika Plaza, entah apa itu hehe.. 

Kantor baruku ada di utara kantin IKM, masuknya dari arah barat, deket parkiran, nyempil di pojokan, karena tadinya cuma gudang. Dari segi posisinya, kantor baru ini lebih strategis, karena dekat dengan kantor utama, PMPK dan MMR, lebih deket ke mushola, lebih deket ke tukang koran, parkirannya lebih luas pula. Cuma…. lebih IMUT… hehe… yah kira-kira separuh kantor lama lah. Tapi gapapa sih, yang penting tetep dapet meja dan kursi untuk kerja. 

Satu hal yang membuatku betah disini adalah warna dindingnya yang lumayan keren, campur-campur biru pastel, merah keunguan, dan hijau muda. Idenya pak Hanevi niy katanya hehe… Kadang-kadang suka ngeliatin dinding lama-lama, ini dinding enaknya ditambahin lukisan atau asesoris apa yah… biar tambah keren. Kemarin sempet dipasangin kalender UGM dan langsung ku protes untuk diturunkan (kurang keren soalnya). 

Sementara ini masih belum ada jalur komunikasi, masih diproses katanya. So, belum bisa telpon dan belum bisa internetan. Jadi tergantung ma telkomselflash yang kecepatannya tergantung mood hiks… yah lumayanlah untuk sekedar pasang status di YM. Sabar…sabar….

Lebih baik mencintai dan ditolak, daripada membenci dan berhasil.

kata-kata ini saya dapatkan dari Mario Teguh, seorang motivator yang siaran di metro tv tiap minggu malam. Inilah kata-kata penutupannya, yang kemudian langsung saya refleksikan.

Saya yakin manusia hidup untuk mencintai dan memberi. Sesuatu yang diberikan oleh Allah dan tidak pernah ada habisnya kita berikan ke orang lain ataupun makhluk lainnya adalah cinta. Sudah ada sejak kita lahir dan masih akan terekspresikan diakhir hayat.

Mencintai berarti memberi. Seberapa besar dan seberapa baik kualitas cinta kita hanya bisa dinilai oleh orang yang memberi. Orang lain mungkin tidak puas dengan bentuk cinta yang diberikan, mungkin pula tidak merasakan bentuk cinta kita, Read the rest of this entry »

sekali lagi, melakukan kesalahan serupa. Tidak menyapa teman ketika kumpul-kumpul.

Maaf.. waktu itu pikiranku hanya terpusat pada diriku sendiri. Perasaan “unwelcomed” “uninvited” “insecure” yang selalu muncul ketika berada disekitar “nya” selalu membuatku ingin cepat-cepat melarikan diri. Apalagi ketika satu-satunya teman wanita yang kukenal pun tidak menyapa dan hanya memberikan punggungnya. Perasaan itu jadi makin kuat. Aku akui, mungkin aku salah dan terlalu sensitif, tapi ketika rasa itu muncul aku rasa nggak ada satupun orang yang akan merasa nyaman.

Aku juga salah, tidak mempertimbangkan perasaan teman-teman lain yang masih ingin ngobrol. Salah karena tidak bersabar dan menahan perasaan. Meskipun tidak terlintas satu pun niat buruk, tapi tetap saja outcomenya buruk.Kemungkinan kehilangan 1 teman baik muncul lagi. It is so depressing…

Cuma satu kata yang bisa kuucap…. maaf….